Menunggu ABK Pulang Mudik

Meski hari tasyrik atau hari larangan melaut selama perayaan hari raya Idul Adha 1422 hijriah sudah berakhir, tapi beberapa kapal nelayan masih ada yang belum melaut. Masih parkir di kolam labuh sebelah timur Pelabuhan Samudera Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Penyebabnya ternyata masih banyak Anak Buah Kapal (ABK) yang belum kembali ke Banda Aceh setelah mereka mudik ke kampung halaman masing-masing. Sebuah warung kopi di pinggir Krueng Aceh yang biasanya ramai dengan nelayan, juga terlihat sepi.

mentaripagi2.jpg

Hanya beberapa nelayan yang duduk menghadau meja bersama pengurus kapal. Mereka menyebutnya Toke Bangku, yakni orang yang dipercayakan oleh pemilik kapal untuk mengurus segala keperluan kapal dan ABK-nya.

Menariknya, sebelum para ABK itu naik ke kapal untuk melaut. Toke Bangku akan memberi sejumlah uang untuk masing-masing ABK. Uang itu bisa dianggap sebagai pinjaman para ABK untuk membeli berbagai keperluan pribadi selama di laut, mulai dari uang rokok, makanan ringan, hingga uang pulsa.

Di hari-hari tertentu, seperti hari meugang para Toke Bangku juga akan memberikan uang daging untuk para ABK. Malah ada pemilik kapal yang langsung sembelih sapi utuk dibagi-bagikan dagingnya kepada para ABK. Begitulah kearifan nelayan lokal di Aceh dalam memperlakukan nelayan.

mentaripagi1.jpg

H2
H3
H4
3 columns
2 columns
1 column
2 Comments